Cucak Rawa Depok

Ruhut Maki Adnan Buyung “Burung Cucak Rawa”

Senin, 08 February 2010 13:14 WIB

Adnan Buyung Nasution

Jakarta, (tvOne)

Bukan Ruhut Sitompul namanya kalau tidak membuat pernyataan-pernyataan yang sensasional dan menarik perhatian anggota Pansus Angket Century. Hari ini (8/2) saja,  Ruhut kembali membuat pernyataan yang tajam ditujukan kepada seorang mantan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution di rapat Pansus Century.

Saat pansus menyebut-nyebut nama Adnan Buyung, sontak Ruhut interupsi agar pansus tidak perlu menyebut atau mendengar ucapan Adnan Buyung. “Jangan bawa-bawa Adnan Buyung, aku malu. Kenapa, karena terlepas dari ilmu Tata Negara yang dipelajarinya di Belanda, itu gelarnya tidak bersih,” kata Ruhut Sitompul di Gedung DPR.

Itu artinya, lanjut Ruhut kembali mencaci, bahwa sosok Adnan Buyung adalah orang yang ‘tidak bersih’, dan tidak perlu didengar ucapannya seperti di media massa. “Saya sampaikan ini agar Buyung tahu diri,” cetusnya.

Karena itu, lanjut dia, Buyung harus tahu diri. “Jangan mentang-mentang gak jadi Wantimpres lagi, seperti sakit hati, ngomong dimana-mana seperti burung ‘cucak rawa’ saja. Sekali lagi saya tegaskan, Buyung Nasution tidak usah didengar, jangan didengar, pesan dari Ruhut yang menyampaikan,” tegasnya dengan nada tinggi.

Sebelumnya, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution mengatakan kepada media massa soal sikap Presiden SBY terhadap Century. Buyung meminta agar SBY bersikap jantan. Dalam sistem presidensial, menurutnya, presiden harus bertanggung jawab atas tindakan menterinya. “Presiden harus jantan mengatakan saya yang bertanggung jawab. Saya ingin menunjukkan sikap jantan sebagai presiden, apalagi kabinet kita sebagai presidensial. Kalau tidak jantan, tentu jangan menjadi leader,” ujar pengacara senior itu.

Menurut Buyung, dalam sistem presidensial menteri-menteri tidak bisa bertanggungjawab secara per individu. Siapapun yang salah, baik itu Boediono maupun Sri Mulyani, menurut Buyung, SBY-lah yang tanggung jawab. Karena menurutnya, siapapun yang salah dalam masalah ini, apakah Sri Mulyani atau Boediono kalau ini menyangkut pertanggungjawaban politik itu kepada presiden.

Selain itu, jika SBY tidak terkait dengan kasus ini,  menurut Buyung, SBY harus segera melakukan tindakan. “SBY tentunya harus memberi tindakan lebih dulu, itu kebijakakn politik. Jangan seperti masalah Bibit-Chandra, minta tolong tim 8,” jelas Adnan Buyung. (VIVAnews)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: